Sabtu, 16 Juni 2001

guru wajib evaluasi nilai

PONTIANAK  - Siswa SMP di Pontianak menduduki peringkat pertama se-Kalbar untuk nilai ujian nasional tertinggi dan nilai rata-rata kelulusan tertinggi. Nilai rata-rata kelulusan tertinggi adalah, nilai ujian nasional ditambah ujian sekolah. Dari 30 anak mendapat nilai tertinggi hasil ujian nasional di Kalbar 27 di antaranya siswa Kota Pontianak, sisanya tiga orang dari Kubu Raya.


Begitu juga dengan nilai rata-rata, dari 30 besar se-Kalbar hanya tiga orang dari luar Pontianak. "Prestasi ujian nasional Kota Pontianak tahun ini meningkat dari sebelumnya," kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Pontianak Mulyadi. Nilai ujian nasional tertinggi atas nama Maybelline dari SMP Santu Petrus dengan total dari empat mata pelajaran 39,15.

Peringkat kedua dari SMPN 3 Pontianak atas nama Abdillah Yasir Wicaksono SMPN 3 Pontianak dan Valentino Sudaryo dari SMP Tunas Bangsa KKR, nilai keduanya sama 38,95. Sementara peringkat ketiga, Verencya Oktaviani dari SMP Immanuel Pontianak dan Jeremias Jason Joeng SMP Tunas Bangsa, dengan nilai 38,90.
Sementara untuk nilai rata-rata ujian tertinggi khusus Kota Pontianak atas nama Abdillah Yasir Wicaksono dengan total 39,00. Kedua Haries Rachman dengan nilai 38,70, sementara peringkat ketiga diraih dua siswa, Ni Putu Puteri Suryaningsih Rahayu dan Auliah Tania Alkadrie. Keduanya meraih nilai rata-rata 38,40.

"Keempat siswa itu berasal dari SMPN 3 Pontianak," papar Mulyadi. "Nilai tertinggi akan mendapat Rp 5 juta. Satu orang nilai UN tertinggi, satu orang nilai rata-rata tertinggi," tambahnya.Wali Kota Pontianak Sutarmidji mengaku puas dengan hasil ini karena hampir semua komponen ujian dan kelulusan tahun ini naik dari sebelumnya. Bahkan sebanyak 107 siswa mendapat nilai ujian nasional 10. Terdiri dari satu siswa mendapat nilai 10 untuk bahasa Indonesia, 97 matematika dan sembilan anak tidak ada salah pada mata pelajaran IPA.

"Dengan hasil ini guru harus mengevaluasi ujian sekolah. Artinya, guru tidak berani memberikan nilai sepuluh kepada siswa ternyata mereka mampu mendapat itu pada ujian nasional. Kalau begini terus kapan siswa Kota Pontianak mampu menembus sepuluh besar nasional," ungkapnya. Tingkat kelulusan pun tahun ini meningkat, 99,05 persen dari 9.847 peserta, sementara tahun lalu 98,72 persen dari 8.900 peserta. Sementara siswa yang tidak lulus tahun ini sebanyak 94 orangm terdiri dari 14 berasal dari SMP negeri dan 80 orang dari SMP swasta. "Dari sisi kualitas kalau diukur dengan nilai peningkatannya signifikan," kata Sutarmidji.
Tidak hanya siswanya, sekolah yang mendapat nilai rata-rata tertinggi pun berasal dari Kota Pontianak, yakni SMPN 3. (hen)